Monday, August 31, 2009

Pohon?

Diriku bagai pohon kurus berdaun tipis dan jarang
Pohon yang tampak rapuh tapi semangatku melebihi wujudku
Ku ingin memberikan teduh bagi mereka yang membutuhkan kesejukan
Ku berharap daun-daun pemahamanku yang sedang-sedang ini bisa melindungi mereka

Meski tak seberapa tapi kuharap mereka bisa beristirahat dari sengat terik lika-liku kehidupan
Walau kurus namun akar-akar keyakinanku menancap kokoh pada tanah tempatku hidup
Bukan berarti aku kuat dan tiada tanding tiada banding
Aku juga membutuhkan air kasih dan air cinta dari mereka yang lewat

Kadang bukan air kasih maupun cinta malah air celaan yang kotor dan keruh
Tapi air seperti itupun juga membuatku bertahan dan melanjutkan hidup
Kadang mereka yang berteduh marah dan menggoresku
Meninggalkan bekas yang mungkin sampai akhir hayatku akan tetap ada

Ada pula mereka yang kecewa dengan diriku yang rapuh karenanya aku akan dipatahkan
Bahkan ada yang menganggapku jelek dan akan disingkirkan diganti dengan yang lebih kokoh
Tapi disini aku tetap kokoh berdiri dan dengan tanah aku mengakar barulah aku rela dipindah
Kadang aku bingung aku sendiri harus bagaimanakah?

Siapa yang melindungiku dari sengat terik sukarnya hidup?
Aku senang aku tahu bisa membantu orang lain berteduh tapi kemana aku harus berteduh?
Apa yang terjadi jika air yang menghidupiku adalah hujan tangis dan air mata?
Bagaimana jika petir getir kehidupan menyambarku?

Dan bagaimana setelah petir itu menyambar dan api kekacauan membakarku habis?
Karenanya kusimpan buah bernama motivasi diri dalam diriku
Bibit buah itu kecil dan tak tentu wujudnya bahkan kadang konyol adanya
Bibit motivasi itu mungkin refleksi hidupku sendiri dan dari pengalamanku sendiri

Mungkin juga lirik lagu mereka yang berteduh padaku tanpa sadar membentuk bibit itu sendiri
Termasuk makian umpatan kekecewaan dimana membuatku belajar mengatasi rasa kecewa
Dan masih banyak hal lagi dan semuanya merupakan perwujudan apa yang kupelajari
Meski habis terbakar tapi aku akan tumbuh lagi dengan wujud yang berbeda tapi itu tetap aku

Semua bibit itu tak akan menjadi banyak "aku" tapi semuanya hanya menjadi satu "aku"
Aku hidup untuk mereka dan mereka juga ada untuk aku --- itulah yang kuyakini
Kubilang aku meneduhi mereka tapi nyatanya merekalah yang meneduhi aku
Dengan mereka aku tak merasa sendirian dan aku belajar pula dari mereka

Kadang terpikir aku --- aku sering terdiam bagai pohon umumnya
Tapi angin usil ataupun angin penasaran membuat semua daun pemahamanku bergemerisik
Kadang burung atau kelelawar yang hinggap padaku yang menyuarakan lagu kehidupan
Adapun mereka yang berteduh memetik buah motivasiku dan sungguh lucu!

Ada yang berucap motivasiku berasa kecut dan terlalu pesimistis
Beberapa berkata bahwa motivasiku terlalu manis dan muluk-muluk
Dan sejumlah pula berpendapat mereka menerima motivasiku dengan baik serasa pas
Dari semuanya itu aku juga mendapatkan tambahan tenaga kehidupan

Kadang benalu kemalasan menggerogoti diriku
Kadang lumut keserakahan membuatku tampak hijau tapi tak baik
Tapi seiring waktu berjalan benalu malas itu musnah karena aku malas merasa malas
Atau mungkin ada mereka yang membantuku memisahkan benalu itu dari aku

Lumut keserakahan itu kadang juga berguguran setelah aku sendiri merasa makin kekeringan
Atau mungkin ada mereka yang membantu mengerikku agar lepas dari lumut itu
Terima kasih kalian adalah terimakasihku juga sebagai timbal balik
Batinku merasa ganjil --- tak lepas dari kuasaNya, apakah pohon seperti ini memang ada?

Tuesday, August 18, 2009

Lelah dan Lemah

Ya Tuhan aku lelah...
Semangatku yang tadi utuh tinggal remah-remah....
Ya Gusti aku merasa lemah...
Sayap yang biasa kupakai terbang serasa patah....

Diriku letih dan kurasakan gerah
Kemana kucari cinta sejuk yang bercurah?
Ya Allah ku ingin api jiwaku kembali cerah...
KepadaMu lah aku bersujud berserah

Kering tenagaku diperah...
Diriku makin rindu dicintai makin parah...
Ya Bapa aku sedang berusaha menela'ah
Bagaimana dan dengan apa aku harus melangkah?

Tiada lagi tenaga aku ingin rebah
Apakah aku harus berbaring istirahat di rumah?
Aku menunggu dengan pasrah
Namun tak ingin aku mengaku kalah

Dalam pikiranku "Ingin bangkit" berdengung bagai lebah
Aku pun mencari cara dan mulai memilah
Terbesit kuingin cerdik bagai rubah
Asalkan di tengah lelah ini senyumku bisa kembali merekah