Hari ini dalam pikiranku aku terbenam
Makin lama aku terbenam makin dalam
Sampai akhirnya kulihat semuanya hitam
Dan mulailah aku bergumam:
"Di dunia ini seringkali aku menatap langit,
Aku berpikir kenapa aku terkadang merasa jiwaku sedang sakit?"
Kucari jawaban di awan-awan yang tengah berkelit...
Dan bingunglah aku makin sengit!
Terkadang aku tertunduk melihat daratan tempat aku berpijak,
Dan pikiran yang sama kembali melonjak
Kutelusuri begitu banyak kerikil dan jejak-jejak...
Dan lagi-lagi yang kudapat hanya teka-teki yang makin menanjak!
Pada akhirnya aku kembali terpejam
Memikirkan kenapa sakit yang membakar jiwa ini membuatku merasa kelam?
Apakah terhadap sakit yang terkadang datang ini aku harus merasa dendam?
Dengan tenang aku berusaha perlahan kembali menyelam...
Satu esensi yang sederhana tapi terlihat benar akhirnya berhasil aku dapat!
Dari sakit dan nestapa yang singgah lalu lewat ini bisa kudapatkan khasiat!
Jikalau berhasil kuobati sakit itu maka bunga-bunga jiwaku mekarlah nan kuat
Lalu cepat kuakhiri pikiranku ini dan setelah itu betapa aku senang dan teriakku dashyat:
"Badai sudah lewat!
Mendung yang tadinya menggantung erat
Akhirnya melepaskan hujan yang begitu panjang dan lebat
Usai itu menyeruaklah kembali surya yang hangat!"
Maka bangkitlah aku dari diriku yang tepejam
Sungguh senang dan saat ini tak ingin lagi aku menyelam
Berhenti aku merasa bijak dan aku bergumam: "Awam!"
Setelah berucap itu aku terdiam
"Yang tadinya terbenam kini kembali awam"
No comments:
Post a Comment