Sunday, December 14, 2008

Nasib kecut si pengecut

Tiada tempat untuk pengecut,
di dunia yang penuh kemelut....
Masalah tak terhingga tersulut,
Makin banyak dan jelaslah keriput....

Apakah menata sesuatu menjadi urut,
Perlu sampai berlarut-larut?
Bagai seekor siput,
Hilang rumah lantas ribut?

Sedih datang menyambut,
Bahagia siapa yang merebut?
Bukan sukacita yang gendut,
Tapi putihlah rambut....

Perlahan-lahan muncul takut,
Apa jantung ini masih berdenyut?
Kenapa nikmat hidup tak berlanjut,
Bagaikan minum es serut?

Larilah kencang-kencang pengecut!
Dan licinlah bagai belut!
Saat alis terasa berkedut,
Kaburlah sebagai badut!

Selamanya dikau jadi pengecut!
Kecuali ketakutanmu kau parut!
Kalau keberanianmu yang dikau parut,
Nasibmu makinlah kecut!

No comments:

Post a Comment