Saat aku merasa ada yang melirik aku sedih,
Jadilah aku ikut merasa sendu dan pedih...
Jiwaku demikian cepatnya menjadi letih,
Pandanganku berangsur menghitam dari yang tadinya putih....
Duduk sendiri aku tertegun,
Seolah tiada orang dapat membuatku bangun...
Aku terjebak dalam pikiranku yang ternyata begitu anggun,
Padahal tadinya aku berpikir kebahagiaanku bagai diambil penyamun...
Bagaikan merawat sepetak kecil kebun anggur,
Apakah tidak senang hati bila kebunmu subur?
Jangan biarkan sedih membuatmu hancur,
Apa baiknya kesedihan bila hanya membuatmu makin lebur?
Banyak hal di dunia membuat kita merasa terhukum,
Obatnya adalah pengampunan diri yang seolah seperti serum...
Banyak teman datang berempati bagai tanaman yang alum,
Kesedihan terasa bagai permen kecut yang terpaksa kita kulum...
Mulailah tersenyum pada dunia yang perlu banyak tawa,
Terimalah kejadian buruk yang terjadi dengan hati legawa...
Tak perlu malu melepaskan kesedihanmu bak sendawa,
Yang jelas buatlah hidupmu kembali bernyawa!
Menuju yang kau salahi kau harus berhadap!
Mintalah maaf dan kau akan mendekati ampunan yang kau harap!
Pengampunan diri akan membuatmu makin genap!
Biarkan rasa sakit itu jadi pengalaman penting yang larut mengendap!
Yang tadinya gelap upayakanlah jadi terang!
Jangan takut setelah jatuh kau bangkit menyerang!
Adalah wajar saat dihukum dan terluka kita mengerang...
Tapi bisa bangkit setelah kita terluka parah itulah sang pemenang!
No comments:
Post a Comment