Friday, December 19, 2008

Terasing dan menderita

Hari ini aku terasing...
Pikiranku berputar bak gasing...
Bibirku terasa amat kering...
Kenapa terjadi demikian sering?

Di saat yang lain bersukacita...
Kenapa aku malah menderita?
Padahal aku tiada sengketa...
Bisakah ku jadi rakyat jelata?

Waktu membuatku kacau,
Membuat hatiku kemelut galau...
Kuingin duduk di tepi danau,
Termenung dan bernyanyi sengau...

Kuingin banyak bercerita,
Tapi tiada pendengar yang nyata...
Bagai bencana karena senjata,
Semuanya terasa penuh dusta...

Merintih aku sakit,
Kesadaranku serasa sedikit...
Sejumlah kata pun kurakit,
Semua pedih akhirnya kuuungkit...

Berpikir aku dengan jeli,
Ku berhenti sedih sesekali...
Bibir ini tersungging geli,
Bahagia kenapa tak dapat dibeli?

Pikiranku bak diracun setan!
Enyah saja kau dari daratan!
Tenggelam saja kau di lautan!
Jangan engkau jadi hambatan!

Hidup berputar bagai roda,
Bahagia apakah tak bertanda?
Sedih dapatkah dianggap denda?
Saat ini kurasakan banyak jeda...

Dinginnya sedih tusuk menembus,
Kebusukan ini ingin kurebus...
Agar segenap napasku berhembus,
Menjadi riang dan ringan bak gabus...

Kapal imajinasiku terapung...
Lautan pikiranku terbang bak capung...
Semuanya mendadak memutih bak tepung...
Bisakah piciknya rasa ini aku kepung?

No comments:

Post a Comment